Minggu, 7 Jun 2026
light_mode

Rencana Hutang Baru, Senator Bisri Minta Gubernur-DPRD Tak Gegabah

  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
  • visibility 313
  • comment 0 komentar

AMBON.-DEMAL ; Gubernur Maluku dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku diminta tidak gegabah untuk melanjutkan hutang baru guna mendongrak pembangunan di Maluku tahun depan.

“Pak Gubernur dan juga DPRD Maluku jangan gegabah berhutang atau menambah pinjaman lagi. Meski itu bukan sesuatu yang haram,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Maluku Bisri As Shiddiq Latuconsina. Jumat, 21 November 2025.

Bisri menekankan, pinjaman atau hutang merupakan opsi terakhhir dalam perencanaan pembangunan,akan tetapi pandangan tentang berhutang harusnya dihindari.

“Hutang itu opsi terakhir,tapi baikanya dihindari, jangan deh kita berhutang  hutang yang akan  membebani daerah di masa akan datang. Saat ini yang harus menjadi perhatian kita bersama yakni persoalan lapangan pekerjaan yang masih sempit, ini harus dibicarakan. Memudahkan dan meningkatkan investasi, serta masalah kesejahteraan para tenaga honorer ASN yang perlu ditingkatkan. Kita jangan berpikir untuk meminjam, atau berhutang,” urainya.

Menurut Bisri, masih banyak opsi  untuk mendongrak anggaran pembangunan sembari meringankan beban APBD Maluku ditengah pengurangan biaya transfer. Diantaranya menggenjot PAD dari sektor jasa yang sejauh ini belum tergarap dengan baik, juga usaha-usaha lain serta menggenjot pendapatan BUMD.

Tapi jika Gubernur Maluku tetap kukuh untuk melanjutkan hutang dengan nilai yang lebih tinggi, maka seluruh pemangku kepentingan di Maluku perlu duduk bersama mendiskusikan rencana tersebut.

” Masyarakat Maluku perlu tau. Kita punya banyak ekonom yang bisa diajak berpikir, panggil dan undang para akademisi, para pakar kita, stackholder terkait duduk dalam satu forum, lalu diskusikan apakah perlu ataukah tidak perlu lagi kita berhutang. Jika berhutang, bagaimana skema pemanfaatan dan pengembaliannya, mesti diracang dengan jelas, terarah, terukur. Pemerintah Provinsi harus mendengar masukan, tak boleh gegabah. Jangan seperti yang sudah-sudah. Kan itu (hutang) untuk kepentingan publik, untuk kepentingan rakyat,” sarannya.

Berkaca dari pinjaman Rp700 miliar yang “gagal” mendongrak pertumbuhan ekonomi , hutang yang direncanakan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga berpotensi membebani daerah di kemudian hari kalau pemanfaataannya tidak tepat sasaran, apalagi hanya untuk membiayai proyek infrastuktur.

“Dari pinjaman Rp700 miliar saja, kondisi ekonomi kita di Maluku sekarang tidak alami kemajuan siginifikan, sebab banyak uang daerah dipakai untuk melunasi hutang yang sampai sekarang pun belum lunas. Nah, jika kita berhutang lagi dengan nilai Rp1,7 Triliun dan tanpa kalkulasi yang cermat, pengembaliannya seperti apa, saya kuatir daerah kita akan kolaps di tahun-tahun ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Abd Karim

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Pelanggaran Imigrasi, Senator Bisri Minta Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

    Cegah Pelanggaran Imigrasi, Senator Bisri Minta Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • visibility 247
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Dalam rangka pelaksanaan masa reses, Senator DPD RI Daerah Pemilihan Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Imigrasi di Provinsi Maluku, pada selasa, 17 desember 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi serta memperoleh gambaran langsung terkait pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian di wilayah kepulauan Maluku. Dalam pertemuan tersebut, […]

  • Ketika DPRD SBT Bermain Api: Antara Kontrol Media dan Kebebasan Pers

    Ketika DPRD SBT Bermain Api: Antara Kontrol Media dan Kebebasan Pers

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • visibility 797
    • 0Komentar

    Kebebasan pers, di negeri demokrasi, seharusnya menjadi harga mati. Namun, seperti api kecil di ladang ilalang, kadang kala kekuasaan tergoda untuk bermain-main dengannya. Dan baru-baru ini, DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mencoba hal serupa dengan melempar rekomendasi kontroversial kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar “mengawasi dan mengontrol media dalam pemberitaannya.” Sebuah kalimat yang, […]

  • Ekonomi RI di Bawah 5%, Istana: Belanja Pemerintah Belum Puncaknya!

    Ekonomi RI di Bawah 5%, Istana: Belanja Pemerintah Belum Puncaknya!

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Melihatnya Jangan Dari Satu Sudut Pandang CNBC Indonesia – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tak sampai 5% pada tiga bulan pertama tahun ini. Menurutnya, hal ini disebabkan dari berbagai faktor tidak hanya soal efisiensi belanja pemerintah. “Dari sisi angka, memang betul terjadi penurunan sedikit, tetapi kita mesti memahami bahwa […]

  • Pukat Seram Kuatir Kasus Proyek Jalan Besi “Menguap” di Kejaksaan 

    Pukat Seram Kuatir Kasus Proyek Jalan Besi “Menguap” di Kejaksaan 

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • visibility 318
    • 0Komentar

    AMBON-DM ; Upaya penyidik Kejakasaan Tinggi Maluku membongkar dugaan praktek korup dalam proyek peningkatan jalan ruas SP Lintas Seram-Besi Jalur 2 (hotmix) tak lagi terdengar. Padahal di tahun lalu, pihak Kejaksaan Tinggi Maluku bergeming kasus ini tetap berjalan, dan sementara menunggu perhitungan dari lembaga auditor negara. “Belum ada tersangka. Kasusnya jalan. Sedang menunggu hasil kompensasi […]

  • Sosok Pitoyo Rajanya Sianida, diduga Buka Rute Baru Ke Pulau Buru 

    Sosok Pitoyo Rajanya Sianida, diduga Buka Rute Baru Ke Pulau Buru 

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • visibility 513
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Aktivitas penjualan sianida di Pulau Buru Kabupaten Buru untuk kepentingan pertambangan di Gunung Botak kian masif.  Sianida memang sudah banyak digunakan sejak tambang itu buka pada tahun 2011 silam. Zat kimia berbahaya ini dipakai untuk mengikat biji mas dan memisahkannya dari material tanah.  Dulunya di awal aktivitas pertambangan secara membabibuta, banyak pemodal  yang terlibat […]

  • Tim Ekspedisi Tebing Wanadri Berhasil Taklukan Puncak Kaku Mahu – Pulau Buru

    Tim Ekspedisi Tebing Wanadri Berhasil Taklukan Puncak Kaku Mahu – Pulau Buru

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • visibility 329
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Setelah melalui perjalan panjang selama belasan hari yang menguras waktu dan tenaga, tim Ekspedisi Wanadri 2025 bertajuk Rediscover Buru tiba di puncak Kaku Mahu. Pada 8 Mei 2025 Ketua Tim Pemanjatan Tebing Kaku Mahu, Jihan Syafira mengatakan pada tanggal 28 April 2025 lalu, Tim Ekspedisi Tebing Kaku Mahu yang merupakan bagian awal dari  Ekspedisi […]

expand_less