Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Deretan Agenda Populis Untuk Kemakmuran Maluku Berakhir Tragis

  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON-DM : Sejak reformasi, Provinsi Maluku telah dipimpin lima kepala daerah dengan periode berbeda-beda. Pertama Karel Albert Rahalau yang menjabat dua periode berturut-turut, kemudian Said Assagaff, dan Murad Ismail, ada pula nama Sinyo Hary Sarundajang dan Sadali Lie yang dipercayakan sebagai Pj Gubernur Maluku.

Setiap kepala daerah hadir dengan gagasan yang tak seragam. Ada program yang mulus dikerjakan, ada juga visi yang tertunda dan tak kunjung diekeskusi sampai akhir periode.

Semua program yang direncanakan itu tentu diniatkan untuk kemakmuran dan demi kesejahteraan masyarakat Maluku.

Terlepas dari itu, ada sejumlah program yang nyaris tak didengungkan  selama musim kampanye Pilgub Maluku lalu muncul setelah para kepala daerah dilantik dan menjadi primadona.

Ironisnya, demi mewujudkan program dimaksud, anggaran daerah telah habis banyak untuk membiayai perjalanan dinas, seminar, rapat konsultasi dan penyusunan langkah-langkah teknis lainnya. Ada juga janji-janji kemakmuran namun realitasnya tak sesuai harapan.

Berikut daftarnya :

Lumbung Ikan Nasional

Melihat kekayaan sumber daya perikanan yang melimpah di laut Maluku, Presiden RI kala itu Susilo Bambang Yudhoyono tertarik untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

“ Saya mendukung Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional” kata SBY yang disambut tepuk tangan riang tamu yanh hadir dalam puncak Sail Banda, tahun 2010.

Agar gagasan ini tak sekadar wacana,  berbagai rapat diadakan, seminar dijalankan, penilitian dilaksanakan, yang mana semuanya menguras anggaran daerah tak sedikit dan menguras waktu.

Muncul juga keinginan penerbitan Perpres sehingga infrastruktur LIN semisal Pelabuhan, Bandara, serta industri bawaan lainnya bisa segera dieksekusi. Tapi apa boleh dikata, ikan-ikan dari Maluku hanya dikelolah untuk kepentingan statistik semata. LIN Bubar.

Ambon New Port

Konon gagasan untuk membangunan Ambon New Port yang akan membela Kecamatan Salahutu, Leihitu di Pulau Ambon muncul dari hasil diskursus panjang tentang infrastruktur penunjang industri manufaktur yang akan dibangun di Maluku.

Agar terlihat serius, pemerintah pusat melalui sejumlah kementrian dan badan sudah melakukan pertemuan demi pertemuan dengan Pemerintah Provinsi membahas secara teknis pembangunan Ambon New Port. Proposal juga ditelah disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Kita melihat bahwa untuk menjadikan satu sentra lumbung ikan nasional tidak cukup pelabuhan-pelabuhan yang ada dikembangkan atau digunakan, tetapi kita membutuhkan satu pelabuhan di mana pelabuhan itu (berada) bersama dengan kawasan industri,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, selepas rapat terbatas. Maret 2021.

Namun lagi-lagi gagal, AMP tidak bisa dilanjutkan, padahal sudah pada tahap pembesan lahan. Alasan pemerintah pusat tak ada anggaran yang cukup untuk membiayainya.

RUU Provinsi Kepulauan

Luas lautan yang mendominasi wilayah Maluku menjadi hambatan percepatan pertumbuhan ekonomi.

Parahnya lagi, mekanisme bagi hasil yang dipraktekan Pemerintah Pusat selama ini hanya menghitung jumlah penduduk. Tak mengakomodir kondisi geografis dan tantangan satu wilayah.

Akibatnya,Dana Bagi Hasil (DBH) yang didapatkan masyarakat Maluku baik di sekor Migas,Perikanan dan sumber lainnya sangat sedikit tak sesuai dengan kebutuhan riel.

Saat Karel Albert Ralahalu menjadi Gubernur Maluku periode ke dua, elit Maluku ramai-ramai memperjuangkan gagasan hadirnya Undang-undang tentang Provinsi Kepulauan. Sampai-sampai dibentuk konsorsium tujuh Provinsi Kepulauan, naasnya saat revisi Undang-undang tentang Pemerintah Daerah cuman beberapa pasal yang diakomodir, tapi tidak menjawab subtansi. Gagasan RUU Provinsu Kepulauan akhirnya kandas.

“Ada indikasi RUU Daerah Kepulauan yang sebenarnya masuk Prolegnas tidak akan dibahas lagi di DPR. Padahal, sudah 20 tahun masyarakat daerah kepulauan memperjuangkan lahirnya undang-undang ini. Namun sekarang terasa kehilangan jejaknya,” ujar Anggota DPR RI asal Maluku Saadiah Uluputty belum lama ini.

Lapangan Kerja Baru di Blok Masela

Tinggal menghitung waktu, tahun 2030, Blok Masela sudah bisa berproduksi. Provisi Maluku akan kebagian “defedin” dari penyertaan modal 10 persen dalam pembangunan infrastruktur kilang gas abadi yang dikelolah Inpex itu.

Sayang, perkataan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM, saat awal-awal negosiasi pembangunan Blok Masela, yang menyampaikan Proyek Blok Masela dapat menyerap 30 ribu tenaga kerja langsung maupun pendukung, hanya pepesan kosong.

Sampai saat ini pun, lapangan pekerjaan yang diidamkan  tak kunjung tiba. Jumlah pengangguran terbuka di Maluku tetap tinggi, banyak anak-anak Maluku banyak migrasi ke Maluku Utara.

Maluku Integrade Port

Akankah hal ini bernasip sama dengan LIN, RUU Provinsi Kepulauan, Ambon New Port dan juga harapan terciptanya lapangan pekerjaan di awal pembangunan  Blok Masela? Semoga tidak.

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Doa Samawi akan Menjadi Warisan Berharga bagi Generasi Mendatang

    Taman Doa Samawi akan Menjadi Warisan Berharga bagi Generasi Mendatang

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • visibility 151
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa Taman Doa Stasi Samawi di Desa Samawi, Kecamatan Kei Kecil Timur, bukan sekadar fasilitas keagamaan, tetapi juga ruang spiritual untuk memperkuat iman, harapan, dan persaudaraan masyarakat. Hal itu disampaikan Thaher saat menghadiri syukuran dan peresmian Taman Doa Stasi Samawi, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada […]

  • Ini Perusahaan “Penerima” Kelebihan Bayar Proyek BPJN Maluku

    Ini Perusahaan “Penerima” Kelebihan Bayar Proyek BPJN Maluku

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ;Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kelebihan bayar di 21 paket proyek pada lingkup Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku merupakan hasil analisa atas belanja fisik tahun anggaran 2022 dan semester I tahun anggaran 2023. Dalam laporan tersebut, BPK membagi dua skema penilaian yakni lebih bayar dan kurang bayar dengan […]

  • Dirut Perumda Panca Karya Tegaskan Operasional KMP Tanjung Sole Berjalan Normal

    Dirut Perumda Panca Karya Tegaskan Operasional KMP Tanjung Sole Berjalan Normal

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • visibility 143
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, menegaskan bahwa narasi yang dipublikasikan pada 15 Agustus 2026 tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dan tidak memiliki dasar fakta yang valid. Informasi yang menyebut KMP Tanjung Sole kapal gagal beroperasi karena persoalan hak awak sama sekali tidak benar. Faktanya, hingga saat ini […]

  • Bantah Lakukan Pelanggaran, CV Rumbia Perkasa Buka “Borok” Kadis Indag Maluku

    Bantah Lakukan Pelanggaran, CV Rumbia Perkasa Buka “Borok” Kadis Indag Maluku

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • visibility 476
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kota dinilai telah menyampaikan berita bohong kepada masyarakat Maluku. Pernyataan ini disampaikan CV. Rumbia Perkasa menyusul penjelasan Kepala Dinas Perindag Yahya Kota tentang alasan-alasan penghentian sepihak kontrak kerja sama pengelolaan Parkir Pasar Mardika Kota Ambon.  Direktur CV. Rumbia Perkasa Arie menjelaskan, selama berlangsungnya hubungan kemitraan, […]

  • Jalan Lapen di SBB Senilai Rp7,3 M, Belum Dua Tahun Dipakai Sudah Rusak 

    Jalan Lapen di SBB Senilai Rp7,3 M, Belum Dua Tahun Dipakai Sudah Rusak 

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • visibility 463
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pembangunan jalan Lapen yang menghubungkan Desa Tahalupu-Dusun Tihu Pulau Kelang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) rusak parah, padahal baru dibangun pada tahun 2023 Paket ini dikerjakan oleh CV Putra Mulia yang beralamat di Buru Selatan, dengan menelan biaya sebesar Rp7,3 miliar  bersumber dari APBD Kabupaten SBB tahun anggaran 2023. Pemuda Lumbung Informasi Rakyat Provinsi […]

  • Ketika Meritokrasi Kalah Oleh Balas Budi Birokrasi

    Ketika Meritokrasi Kalah Oleh Balas Budi Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • visibility 422
    • 0Komentar

      Meritokrasi hanya akan hidup jika balas budi disingkirkan dari birokrasi. Oleh: Prof. Dr.Idrus Al-Hamid, S.Ag, M.Si Ketua Umum IKA UIN Amsa

expand_less