Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

BPS Sebut SE 2026 Acuan Baru Penyusunan Kebijakan Pembangunan di Maluku Tenggara

  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

LANGGUR.-DEMAL ; Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis untuk menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Maluku Tenggara, Freddy Abrahams, saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Taman Landmark Kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Senin 15 Juni 2026.

Menurut Freddy, data yang dihimpun melalui SE 2026 akan menyajikan informasi komprehensif mengenai jumlah dan persebaran usaha, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau, hingga potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan.

Selain itu, sensus juga akan memetakan seluruh skala usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar dengan cakupan data sampai tingkat ohoi atau desa.

“SE2026 membawa terobosan besar yang akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Cakupannya jauh lebih lengkap dibandingkan Sensus Ekonomi 2016 karena kali ini juga mencakup sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” kata Freddy.

Ia menjelaskan, berbeda dengan sensus sebelumnya yang berfokus pada pendataan pelaku usaha, SE 2026 juga memuat data sosial ekonomi keluarga sehingga pemerintah dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi masyarakat.

“Karena cakupannya sangat luas, kami menyebut SE2026 sebagai sensus semesta, sebab di dalamnya mencakup unsur Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi,” ujarnya.

Freddy menambahkan, hasil sensus akan menjadi basis data utama dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tenggara sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Salah satu inovasi dalam pelaksanaan SE 2026 adalah penggunaan teknologi geotagging untuk merekam koordinat setiap titik usaha dan bangunan tempat tinggal. Teknologi tersebut memungkinkan BPS menyusun peta digital yang menggambarkan persebaran penduduk dan aktivitas ekonomi secara lebih akurat.

“Melalui peta digital ini, kita dapat melihat secara visual konsentrasi pertumbuhan ekonomi, potensi pasar, hingga persebaran usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh wilayah,” katanya.

Selain itu, perangkat yang digunakan petugas sensus telah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mengidentifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sehingga proses pengolahan data menjadi lebih cepat dan akurat.

Pelaksanaan SE 2026 berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026. Adapun pendataan lapangan secara door to door dimulai pada 15 Juni dan dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026.

Freddy menegaskan kualitas data menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, seluruh petugas sensus dituntut bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi integritas dan kerahasiaan data responden.

“Ikrar ini merupakan pernyataan kesiapan para petugas untuk bekerja secara jujur, disiplin, objektif, serta menjaga kerahasiaan data responden yang dipercayakan masyarakat, sehingga menghasilkan data statistik yang berkualitas bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap tersedianya data yang akurat, mutakhir, dan komprehensif untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah serta meningkatkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(ADV)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • visibility 383
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL; Konflik sosial antara warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aru. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bersama jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung turun melihat dan memastikan kondisi keamanan dan kemanusiaan di lapangan. “Melihat kondisi di lapangan, saya tidak […]

  • Kemkomdigi Gaungkan Literasi Digital di Ambon: Siapkan Generasi Garuda yang Cakap, Kreatif, dan Tangguh di Era Digital

    Kemkomdigi Gaungkan Literasi Digital di Ambon: Siapkan Generasi Garuda yang Cakap, Kreatif, dan Tangguh di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • visibility 361
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang cakap digital melalui kegiatan Indonesia.go.id (IGID) Goes to Campus (IGtC) di Kota Ambon, Maluku.Rabu, 8 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Sekolah Unggul Garuda: Suara Muda, Ruang Cerdas, Untuk Indonesia Kuat” ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengintegrasikan literasi digital ke dunia pendidikan […]

  • Mahasiswa KKN Fakultas Kedokteran Luncurkan GEMAS di Ampera

    Mahasiswa KKN Fakultas Kedokteran Luncurkan GEMAS di Ampera

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • visibility 278
    • 0Komentar

    MASOHI,-DEMAL;Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura angkatan 52 Gelombang I Tahun 2025 meluncurkan Gerakan Masyarakat Anti Stunting (GEMAS) di Ampera Kota Masohi. Sebanyak 25 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu memiliki bayi balita, dan kader posyandu dari Kelurahan Ampera Kota Masohi aktif mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi stanting dan […]

  • Bahas Revisi Zonasi, Wabup Malra Ingatkan Tujuan Konservasi

    Bahas Revisi Zonasi, Wabup Malra Ingatkan Tujuan Konservasi

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • visibility 365
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, bekerja sama dengan Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, menggelar Konsultasi Publik II Revisi Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) Pulau Kei Kecil dan perairan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Project Implementation Unit (PIU) Oceans for Prosperity Project Lautra (Insan Terang). […]

  • Kadis Disperindag Akui Pemutusan Kerjasama Tanpa Evaluasi, Arahan Wagub 

    Kadis Disperindag Akui Pemutusan Kerjasama Tanpa Evaluasi, Arahan Wagub 

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • visibility 570
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath diduga mulai menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan Gubernur Maluku kepadanya. Ini terlihat dari upayanya dalam menangani pedagang Pasar Mardika.  Sebagaimana pernyataan yang disampaikan Wagub pada laman facebook milik pemerintah Provinsi Maluku. Pada 14 Juni 2025. Gubernur telah memandatkan tugas penataan pedagang kepada Wagub. Akan tetapi bukan pedagang yang diatur, […]

  • Mahua Jaya Disosialisasikan sebagai Dusun Definitif, Kades Soleh Tekankan Sinergi Warga

    Mahua Jaya Disosialisasikan sebagai Dusun Definitif, Kades Soleh Tekankan Sinergi Warga

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SERAM BAGIAN BARAT,-DEMAL;-Kepala Desa (Kades) Soleh, Ibrahim Wolio, menyosialisasikan pembentukan Dusun Mahua Jaya kepada warga setempat. Mahua Jaya kini telah menjadi dusun difinitif yang terpisah dari Dusun Jawa Sakti. Pemekaran wilayah ini merupakan upaya untuk mempermudah akses pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah petuanan Desa Soleh, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sosialisasi tersebut […]

expand_less