Ada “Hotel Berbintang” Dengan Tiga Helipad di Lokasi Bendungan Way Apu
- calendar_month Jum, 27 Jun 2025
- visibility 521
- comment 0 komentar

AMBON- DM : Pembangunan mega proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Way Apu Kabupaten Buru, sampai saat ini belum juga rampung.
Proyek ini mulai dikebut pada tahun 2017, Pekerjaan konstruksinya terbagi menjadi 2 paket yaitu paket 1 berupa konstruksi bendungan utama oleh PT PP – Adhi Karya KSO dengan biaya Rp1,11 triliun dan paket 2 berupa konstruksi bendungan pelimpah (spillway) oleh PT Hutama Karya – Jaya Konstruksi KSO dengan biaya Rp1,04 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa infrastruktur sumber daya air berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Salah satu contohnya adalah pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian,” kata Dody di Jakarta, Jumat melansir Antara.
Progres fisiknya saat ini telah mencapai 79,8 persen. Ditargetkan seluruh pekerjaan konstruksinya dapat selesai pada tahun 2026 dan akan diikuti dengan penyediaan jaringan irigasinya agar air dari bendungan dapat segera dimanfaatkan untuk sawah-sawah milik petani di Maluku.
Bendungan Way Apu memiliki tinggi 69 meter, lebar puncak 12 meter, panjang puncak 490 meter, dan luas daerah genangan 273,79 hektare (ha). Kapasitas tampungan sebesar 50,05 juta m3.
Nantinya bendungan ini dapat menyediakan air irigasi seluas 10.562 ha dan air baku dengan debit 0,205 m3/detik. Selain itu juga dapat mereduksi banjir sebesar 394 m3/detik, pembangkit listrik berkapasitas 8 MW yang mampu menerangi sekitar 8.750 rumah berkapasitas 900 watt, serta sebagai tempat pariwisata yang untuk mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

Sementara itu, dari tangkapan citra satelit di salah satu sudut yang berjarak hampir 200 meter dari bendungan Way Apu, telah berdiri salah satu kawasan megah. Terdapat tiga helipad di lokasi itu.
Kawasan ini tertata rapi, satu buah tugu juga terlihat, ada satu bangunan besar, dan sejumlah rumah-rumah kecil seperti koteck atau bilik nginap. Untuk diketahui, hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Wilay Sungai (BWS) mengenai keberadaan kawasan megah itu. Apakah itu bagian dari proyek Bendungan Way Apu ataukah milik pribadi. (*)

Saat ini belum ada komentar