Pemkab Aru Resmi Terapkan SP2D Online, Terintegrasi SIPD RI
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOBO,-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru resmi meluncurkan Sistem Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI), Kamis (17/9/2026).
Penerapan sistem digital ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Kepulauan Aru dalam memodernisasi tata kelola keuangan daerah sekaligus mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Peluncuran tersebut dihadiri Tenaga Ahli Pusdatin Kementerian Dalam Negeri, Irma, Direktur Utama PT Bank Maluku Maluku Utara Syahrisal Imbar, jajaran Forkopimda Kepulauan Aru, pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Pimpinan Cabang PT Bank Maluku Maluku Utara Cabang Dobo, Plh. Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, serta pimpinan perangkat daerah.
Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel mengatakan integrasi SP2D Online dengan SIPD RI merupakan langkah penting dalam modernisasi tata kelola pemerintahan, khususnya pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, sistem tersebut akan memberikan dampak positif terhadap proses pencairan anggaran belanja daerah, terutama dari sisi efisiensi waktu dan biaya.
Penerapan sistem digital memungkinkan pengurangan proses birokrasi tatap muka, menekan penggunaan dokumen berbasis kertas melalui sistem paperless, serta mempercepat proses penerbitan SP2D hingga pencairan dana.
“Melalui integrasi SP2D Online pada SIPD RI ini, proses pencairan dana anggaran belanja daerah akan membawa dampak positif yang signifikan,” ujar Timotius.
Selain mempercepat proses pencairan, sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Setiap tahapan pencairan dapat dipantau secara lebih cepat dan terukur sehingga dapat mengurangi kesalahan administrasi maupun risiko penyimpangan.
Integrasi tersebut juga diharapkan meningkatkan akurasi data keuangan karena proses rekonsiliasi antara kas daerah dan perbankan dapat dilakukan secara lebih otomatis dan presisi.
Bupati Minta OPD Segera Beradaptasi
Timotius meminta seluruh kepala perangkat daerah segera beradaptasi dengan penerapan sistem baru tersebut.
Ia menekankan pentingnya ketelitian, kerapian administrasi, serta kedisiplinan dalam jadwal pengajuan dokumen keuangan agar implementasi SP2D Online berjalan optimal.
“Segera beradaptasi dengan perubahan sistem ini. Tingkatkan ketelitian, kerapian administrasi, dan kedisiplinan jadwal pengajuan dokumen keuangan,” tegasnya.
Kepada BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Bupati meminta pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. Evaluasi juga harus dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap kendala teknis yang muncul di lapangan dapat segera ditangani.
Apresiasi untuk Bank Maluku Maluku Utara
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Maluku Maluku Utara selaku bank mitra Pemkab Kepulauan Aru atas dukungan dalam penerapan SP2D Online.
Menurutnya, keberhasilan implementasi sistem tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur jaringan dan layanan perbankan yang optimal.
“Kami berharap dukungan infrastruktur jaringan dan layanan perbankan dapat terus terjaga secara optimal,” katanya.
Timotius menegaskan, keberhasilan penerapan SP2D Online membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, BPKAD, perangkat daerah, Kementerian Dalam Negeri hingga pihak perbankan.
“Acara Peluncuran SP2D Online yang terintegrasi dengan SIPD RI di Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dilaunching,” tandasnya.(*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar