Harhubnas ke-55, UPP Dobo Serahkan 30 Pas Kecil kepada Nelayan
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOBO,-DEMAL ; Memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo menyerahkan sekitar 30 sertifikat Pas Kecil kepada nelayan dan pemilik kapal masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (17/9/2026).
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari kontribusi UPP Kelas III Dobo dalam mendorong legalitas dan tertib administrasi kapal masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wuturwut, mengatakan sertifikasi Pas Kecil tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Harhubnas, tetapi merupakan langkah awal untuk memastikan kapal milik masyarakat memiliki identitas dan legalitas yang jelas.
“Kami berharap strategi ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, setiap bulan kami akan memiliki target hingga seluruh kapal nelayan dan masyarakat yang memiliki transportasi laut di Kepulauan Aru dapat memiliki Pas Kecil,” ujarnya.
Menurut Ruswan, Pas Kecil memiliki fungsi penting sebagai identitas kapal sekaligus menjadi salah satu dokumen yang dapat mendukung masyarakat dalam mengakses berbagai program pemerintah, termasuk fasilitas bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Program sertifikasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kepulauan Aru. Tim ahli ukur UPP Kelas III Dobo sebelumnya melakukan pengukuran kapal di sejumlah desa sebagai bagian dari proses penerbitan dokumen kapal.
Dorong Frekuensi Kapal Perintis
Momentum Harhubnas juga dimanfaatkan UPP Kelas III Dobo untuk menyampaikan sejumlah persoalan konektivitas transportasi laut yang masih dihadapi masyarakat Kepulauan Aru.
Salah satunya terkait frekuensi pelayanan kapal perintis yang saat ini dinilai belum maksimal karena hanya melayani sekitar dua minggu sekali.
UPP Kelas III Dobo mengusulkan agar frekuensi pelayaran dapat ditingkatkan menjadi satu kali dalam sepekan, sehingga mobilitas masyarakat antarpulau dapat berjalan lebih lancar.
“Transportasi merupakan salah satu keluhan masyarakat selama ini. Kami berharap ke depan frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi satu minggu sekali sehingga konektivitas masyarakat Kepulauan Aru semakin lancar,” katanya.
Siapkan Mudik Gratis Nataru 2027
Dalam rapat bersama Pemerintah Daerah sebelumnya, UPP Kelas III Dobo juga menyampaikan rencana program mudik gratis angkutan Natal dan Tahun Baru 2027.
Kepulauan Aru diproyeksikan memperoleh kuota sekitar 1.500 penumpang yang akan dilayani menggunakan kapal milik PT Dharma Indah dari Ambon.
Pengaturan jadwal menjadi salah satu perhatian agar pelaksanaan mudik gratis tidak bertepatan dengan jadwal kapal Pelni. Dengan demikian, kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
UPP Kelas III Dobo juga mengantisipasi peningkatan arus penumpang dari wilayah Papua yang menjadikan Pelabuhan Dobo sebagai salah satu titik persinggahan.
Koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Perhubungan di wilayah Papua, khususnya Merauke, guna mengantisipasi kebutuhan transportasi melalui kemungkinan deviasi kapal.
“Untuk menghadapi kondisi tersebut, koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Perhubungan di wilayah Papua, terutama Merauke, guna mengantisipasi kebutuhan transportasi melalui kemungkinan deviasi kapal,” ucapnya.
Sementara untuk memperkuat layanan angkutan laut, UPP Kelas III Dobo juga telah mengusulkan penambahan satu armada PT Dharma Indah sebagai operator swasta.
Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi laut sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Kepulauan Aru yang sangat bergantung pada angkutan laut. (*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar