Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

Bongkar “Kebohongan” Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Sejarah Batu Merah) Bagian II

  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 311
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Sebuah kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan dengan cara apapun selain pemalsuan,” demikian pesan salah satu pegiat literasi yang konsen dalam isu-issu sejarah saat dikonfirmasi mengenai naskah Historiseh Negorij Batoemerah yang sempat dijadikan salah satu alat bukti di Pengadilan Negeri Ambon dalam sengketa Mata Rumah Parenta di Negeri Batu Merah tahun 2021 lalu.

Sumber yang kini bermukim di Belanda, kemudian menguraikan lima alasan lain selain kesalahan identitas dan catatan sejarah tentang jejak karir Jo van Heutsz.

Diantaranya Tanggal yang Tidak Lengkap dan Tidak Lazim dalam sebuah dokumen kolonial Belanda.
Menurutnya, dokumen Historiseh Negorij Batoemerah hanya menyebut “De Dag Djuli 1907,” yang berarti “Hari Juli 1907,” tanpa tanggal spesifik sagatlah tidak sesuai dengan dokumen resmi kolonial Belanda yang selalu mencantumkan tanggal yang tepat.
“Seluruh dokumen resmi kolonial Belanda selalu mencantumkan tanggal yang tepat, misalnya “den 15den Julij 1907.” Ketiadaan tanggal pasti adalah ciri khas dokumen yang dibuat belakangan oleh pihak yang tidak cukup familiar dengan format birokrasi kolonial,” bebernya.

Kemudian, Tipografi Terlalu Modern
Font dan tata letak dokumen ini terlihat terlalu rapi dan seragam untuk ukuran tahun 1907. Dokumen resmi kolonial pada masa itu umumnya diketik dengan mesin tik era awal yang menghasilkan karakter tidak seragam, atau ditulis tangan dengan gaya kaligrafi khas abad ke-19.
“Tampilan visual dokumen ini lebih menyerupai produk pengolah kata modern,” nilai sumber itu.

Selanjutnya, Kondisi Fisik yang Tidak Konsisten
Sumber itu menjelaskan, kertas yang berisikan Naskah Historiseh Negorij Batoemerah tampak dibuat terlihat “tua” dengan pewarnaan kecoklatan, namun kondisi fisiknya terlalu utuh dan teksnya terlalu mudah dibaca untuk dokumen berusia lebih dari 117 tahun. “Dokumen kolonial asli dari 1907 yang tersimpan di luar arsip resmi biasanya mengalami kerusakan fisik yang signifikan,”

Parahnya lagi, tentang Cap Stempel yang Meragukan
Stempel yang tertera bertuliskan “Gouverneur Ambon,” sementara penandatangan diklaim sebagai “Gouverneur Residen.” Kedua jabatan ini berbeda secara hierarkis dalam sistem kolonial Belanda, dan penggunaan stempel yang tidak sesuai dengan jabatan yang tertulis adalah kejanggalan prosedural yang serius.

Terakhir, Tidak Ada Nomor Registrasi Arsip
Seluruh dokumen resmi pemerintah kolonial Belanda memiliki nomor surat, nomor agenda, atau kode arsip.
“Dokumen ini tidak memiliki satupun penanda administratif semacam itu, yang menunjukkan bahwa dokumen ini tidak pernah melalui sistem administrasi resmi manapun,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Rp2 M Lebih Dana Hiba “Nita” di SMA Pertiwi

    Polemik Rp2 M Lebih Dana Hiba “Nita” di SMA Pertiwi

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    AMBON- DM : Sekolah Menengah Atas (SMA) Pertiwi sukses menggaet kepercayaan Pemerintah Provinsi Maluku. Sekolah dibawah asuhan Yayasan Pendidikan Cristina Martha Tiahahu ini pun kabarnya mendapatkan kucuran dana segar senilai Rp2,5 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Maluku tahun anggaran 2025. Anggaran ini konon bagian dari alokasi dana hibah aspirasi milik Nita Bin Umar, salah […]

  • Itanem Ambon Sambut Hangat Kedatangan Kafilah MTQ Malra di Ambon

    Itanem Ambon Sambut Hangat Kedatangan Kafilah MTQ Malra di Ambon

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • visibility 204
    • 0Komentar

      AMBON.-DEMAL ; Kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maluku Tenggara mendapat sambutan hangat dari keluarga besar Ikatan Keluarga Evav (Itanem) setibanya di Kota Ambon, Provinsi Maluku, untuk mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026, Sabtu 20 Juni 2026. Penyambutan berlangsung di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan dipimpin langsung Ketua Pengurus Harian Itanem Ambon, […]

  • Sri Mulyani Akui Prospek Ekonomi Global Tidak Baik

    Sri Mulyani Akui Prospek Ekonomi Global Tidak Baik

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • visibility 683
    • 0Komentar

    JAKARTA-CNCB : Keputusan sejumlah lembaga dunia yang memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global mendapatkan respons khusus dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia bilang, pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi, sebagaimana yang telah dilakukan oleh OECD maupun Bank Dunia atau World Bank menandakan bahwa prospek ekonomi global tidaklah baik saat ini. “Prospek ekonomi global tidaklah baik,” ucap Sri […]

  • Sebut Bupati Thaher ‘Penolong’, DPD Demokrat Maluku Puji Perayaan HUT di Malra

    Sebut Bupati Thaher ‘Penolong’, DPD Demokrat Maluku Puji Perayaan HUT di Malra

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • visibility 141
    • 0Komentar

    LANGGUR,-DEMAL ; Partai Demokrat Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) optimis akan bangkit dan merebut kembali kejayaannya dalam panggung politik lokal, khususnya dalam perebutan kursi legislatif di DPRD Malra pada pemilu mendatang. Keyakinan tersebut ditegaskan oleh Ketua DPC Demokrat Malra, Marius Edo Rahail, saat menyampaikan laporan panitia dalam acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25 […]

  • Bahas Reforma Agraria, Senator Boy Pimpin Delegasi Komite I DPD Ke Maluku

    Bahas Reforma Agraria, Senator Boy Pimpin Delegasi Komite I DPD Ke Maluku

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • visibility 682
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Dalam rangka membahas inventarisasi materi pengawasan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Khususnya terkait Konflik Pertanahan. Komite I DPD-RI kumpulkan sejumlah stackeholder terkait di Kantor Gubernur Maluku, Senin, 22 September 2025. Dalam pertemuan yang berlangsung di Lantai 7 Kantor Gubernur itu, hadir pula Sekda Provinsi Maluku mewakili Gubernur Maluku, Badan […]

  • Dukung Kedaulatan Pangan, Serdik Sespimma Polri Pokjar V Sambangi Distanhorti Jabar

    Dukung Kedaulatan Pangan, Serdik Sespimma Polri Pokjar V Sambangi Distanhorti Jabar

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Dukung Kedaulatan Pangan, Serdik Sespimma Polri Gelar KKP di Dinas TP Hortikultura Jabar   BANDUNG.-DEMAL; Peserta Didik (Serdik) Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 yang tergabung dalam Kelompok Belajar (Pokjar) V melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat, Senin 4 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di […]

expand_less