Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Bongkar “Kebohongan” Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Sejarah Batu Merah) Bagian II

  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 247
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Sebuah kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan dengan cara apapun selain pemalsuan,” demikian pesan salah satu pegiat literasi yang konsen dalam isu-issu sejarah saat dikonfirmasi mengenai naskah Historiseh Negorij Batoemerah yang sempat dijadikan salah satu alat bukti di Pengadilan Negeri Ambon dalam sengketa Mata Rumah Parenta di Negeri Batu Merah tahun 2021 lalu.

Sumber yang kini bermukim di Belanda, kemudian menguraikan lima alasan lain selain kesalahan identitas dan catatan sejarah tentang jejak karir Jo van Heutsz.

Diantaranya Tanggal yang Tidak Lengkap dan Tidak Lazim dalam sebuah dokumen kolonial Belanda.
Menurutnya, dokumen Historiseh Negorij Batoemerah hanya menyebut “De Dag Djuli 1907,” yang berarti “Hari Juli 1907,” tanpa tanggal spesifik sagatlah tidak sesuai dengan dokumen resmi kolonial Belanda yang selalu mencantumkan tanggal yang tepat.
“Seluruh dokumen resmi kolonial Belanda selalu mencantumkan tanggal yang tepat, misalnya “den 15den Julij 1907.” Ketiadaan tanggal pasti adalah ciri khas dokumen yang dibuat belakangan oleh pihak yang tidak cukup familiar dengan format birokrasi kolonial,” bebernya.

Kemudian, Tipografi Terlalu Modern
Font dan tata letak dokumen ini terlihat terlalu rapi dan seragam untuk ukuran tahun 1907. Dokumen resmi kolonial pada masa itu umumnya diketik dengan mesin tik era awal yang menghasilkan karakter tidak seragam, atau ditulis tangan dengan gaya kaligrafi khas abad ke-19.
“Tampilan visual dokumen ini lebih menyerupai produk pengolah kata modern,” nilai sumber itu.

Selanjutnya, Kondisi Fisik yang Tidak Konsisten
Sumber itu menjelaskan, kertas yang berisikan Naskah Historiseh Negorij Batoemerah tampak dibuat terlihat “tua” dengan pewarnaan kecoklatan, namun kondisi fisiknya terlalu utuh dan teksnya terlalu mudah dibaca untuk dokumen berusia lebih dari 117 tahun. “Dokumen kolonial asli dari 1907 yang tersimpan di luar arsip resmi biasanya mengalami kerusakan fisik yang signifikan,”

Parahnya lagi, tentang Cap Stempel yang Meragukan
Stempel yang tertera bertuliskan “Gouverneur Ambon,” sementara penandatangan diklaim sebagai “Gouverneur Residen.” Kedua jabatan ini berbeda secara hierarkis dalam sistem kolonial Belanda, dan penggunaan stempel yang tidak sesuai dengan jabatan yang tertulis adalah kejanggalan prosedural yang serius.

Terakhir, Tidak Ada Nomor Registrasi Arsip
Seluruh dokumen resmi pemerintah kolonial Belanda memiliki nomor surat, nomor agenda, atau kode arsip.
“Dokumen ini tidak memiliki satupun penanda administratif semacam itu, yang menunjukkan bahwa dokumen ini tidak pernah melalui sistem administrasi resmi manapun,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edukasi Kebangsaan di Jantung Tulehu: Novita Bakar Semangat Nasionalisme Warga

    Edukasi Kebangsaan di Jantung Tulehu: Novita Bakar Semangat Nasionalisme Warga

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • visibility 264
    • 0Komentar

    MALUKU TENGAH,-DEMAL; Suasana di Lapangan RT 14, Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, mendadak ramai dan penuh antusiasme pada Rabu siang 11 Maret 2026. Ratusan warga berkumpul untuk mengikuti agenda penting yang dibawakan langsung oleh srikandi asal Maluku di Senayan, Novita Anakotta, SH., MH. Anggota DPD RI ini hadir untuk menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa […]

  • Berpartisipasi Dalam WCD, Bupati MTH Target Program Adipura

    Berpartisipasi Dalam WCD, Bupati MTH Target Program Adipura

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • visibility 276
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih serentak memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025 yang akan dilaksanakan pada Sabtu 20 September 2025. Aksi global ini akan diikuti lebih dari 180 negara dengan tujuan membersihkan bumi dari sampah. Maluku Tenggara tidak ingin ketinggalan untuk ambil bagian […]

  • Bupati Tinjau Program MBG di SMP Unggulan Ohoijang Pastikan Berjalan Baik

    Bupati Tinjau Program MBG di SMP Unggulan Ohoijang Pastikan Berjalan Baik

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • visibility 95
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan baik di SMP Negeri Unggulan Ohoijang, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Jumat 29 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, Thaher meninjau kualitas makanan, kebersihan tempat penyajian, serta kandungan gizi yang diberikan kepada peserta didik. Menurut dia, Program MBG berperan penting dalam […]

  • Cek Kesehatan Gratis dan Jalan Sehat Meriahkan HKN-61 di Kota Langgur

    Cek Kesehatan Gratis dan Jalan Sehat Meriahkan HKN-61 di Kota Langgur

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • visibility 266
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara menggelar kegiatan jalan sehat dan cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum dan aparatur sipil negara (ASN) di Landmark Kota Langgur, Jumat 7 November 2025. Jalan sehat dimulai dari Polres Maluku Tenggara, menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di Taman Landmark. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga bersama, tetapi […]

  • Petugas PLN Alami Kecelakaan Kerja Saat Potong Ranting Pohon di Larike

    Petugas PLN Alami Kecelakaan Kerja Saat Potong Ranting Pohon di Larike

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • visibility 663
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Freddy Akihari  salah satu petugas PLN Kantor Pelayanan Desa Larike, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) akibat alami kecelakaan saat sedang membersihkan jaringan listrik dari ranting pohon. Senin 25 Agustus 2025. Pria 54 tahun itu alami luka kerja luka robek di pelipis sebelah kiri dan lecet pada bagian […]

  • Bupati MTH : Menjaga Tradisi Bukan Berarti Menolak Kemajuan

    Bupati MTH : Menjaga Tradisi Bukan Berarti Menolak Kemajuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • visibility 253
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Tradisi Fan Kurkurat atau memanah ikan Kurkurat menjadi salah satu atraksi utama dalam Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 yang berlangsung meriah di Pantai Ohoi (desa) Kolser, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu 25 Oktober 2025. Fan Kurkurat lebih dari sekadar pertunjukan budaya, kegiatan ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kei dalam menjaga hubungan harmonis antara […]

expand_less