Bukan Audit Khusus, Inspektorat : Negeri Booi Beruntung Masuk Program PRT
- calendar_month Sen, 2 Feb 2026
- visibility 154
- comment 0 komentar

Warga Negeri Booi bahu membahu melakukan pengecoran salah satu ruas jalan di negeri tersebut. (dok/ist)
AMBON.-DEMAL; Pemerintahan Negeri Booi Kecamatan Saparua mengapresiasi kebijakan Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah yang memasukan Negeri Booi dalam program Pemeriksaan Reguler Tahunan (PRT) selama tiga tahun berturut-turut.
“Beta bersyukur sejak resmi menjadi Raja Negeri Booi pada Oktober 2021, Negeri Booi berturut-turut dijadikan sampel program Pemeriksaan Reguler oleh Inspektorat Kab. Malteng”. Demikian pernyataan pembuka Raja Negeri Booi Jimmy Pattiasina, S.Si. Teol dalam rilis yang diterima redaksi. Senin, 2 Februari 2026.
Jimmy menilai,dengan kehadiran Inspektorat dalam menjalankan fungsi-fungsi pengawasan, pemeriksaan, fungsi pembinaan, fungsi evaluasi hingga pencegahan, sangat membantu peran Aparatur Pemerintah Negeri, khususnya Negeri Booi untuk selalu memperbaiki kinerja dan tata kelola pemerintah negeri ke arah yang lebih baik.
Dalam hal pengelolaan dan penggunaan Dana Desa, serta Alokasi Dana Desa (DD-ADD), aparatur pemerintah negeri juga senantiasa menghadapi setiap perubahan sesuai petunjuk teknis.
Kondisi itu,menjadi tantangan tersendiri terkait semua pentahapan perencanaan, penatausahaan hingga pertanggungjawab keuangan negeri yang lagi maraknya disoroti masyarakat terkait kinerja pemerintah negeri di Maluku Tengah pada umumnya.
”Seperti halnya dalam pemberitaan media masa tertanggal 21 Januari 2026 kemarin, dengan narasinya dan telah terbentuk opini publik bahwa Negeri Booi telah berada pada tahapan Audit Inpektorat Kab. Maluku Tengah atas permintaan Kacabjari Ambon di Saparua. Jika tanpa disertai penjelasan teknis lebih detail maknanya bisa bias. Sehingga nama Negeri Booi-Pemerintah Negeri Booi yang saat di periodesasi pemerintahan beta, bisa di asumsikan minor oleh publik,” beber Jimmy.
Penjelasan Inspektorat Maluku Tengah
Kepala Inspektorat Kab. Maluku Tengah Latif Ohorella, membenarkan jika Negeri Booi tidak berada dalam status “Pemeriksaan/Audit Khusus” sesuai opini yang sedang berkembang dari sumber dua media lokal.
Ohorella menambahkan bahwa saat diwawancara sama sekali tidak menyebutkan nama Negeri Booi.
“Saya tidak pernah mengatakan Pemerintahan Negeri Booi Dalam Pemekeriksaan Khusus, sebagaimana diberitakan atau diopnikan,” kata Ohorella.
Sebagaimana negeri-negeri lainnya dilingkup Kabupaten Maluku Tengah yang menjadi sampel dari program Pemeriksaan Reguler Tahunan, oleh Inspektorat Kab. Maluku Tengah, Negeri Booi justru beruntung selama tiga tahun anggaran berturut-turut dijadikan sampel.
Sementara itu, Jimmy menjelaskan, jika Pemerintahan Negeri Booi sangat berterima kasih dengan kehadiran tim Inspektorat yang selama ini melakukan pendampingan kepada Pemerintahan Negeri Booi.
“Sebagai pemimpin yang rentan dengan kekeliruan dan bahkan kesalahan administratif dalam pengelolaan keuangan Negeri, setiap tahunnya lewat program reguler Inpektorat Pemerintahan, kami bisa langsung diperbaiki dan dikoreksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(*)

Saat ini belum ada komentar