Jika Bahlil Keluar Dari Kabinet, Munaslub Golkar Bukan Hal Sulit
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026
- visibility 182
- comment 0 komentar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dok/Bloomberg)
JAKARTA.- DEMAL ; Kursi kosong yang ditinggal Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono usai dipilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menjadi pintu masuk bagi Presiden untuk merombak kabinet. Partai politik pun mulai gusar.
“Kalau misalnya terjadi evaluasi, kemudian penilaian kinerja terhadap kader-kader yang kami kirim, ya kami sepenuhnya menyerahkan kepada Pak Prabowo,” kata Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam Inside Politics CNNIndonesia TV, Selasa (27/1) malam.
Doli mengatakan reshuffle merupakan hak prerogatif presiden dan hal yang biasa di dalam pemerintahan.
Sementara, dari sumber dekritmaluku, salah satu nama yang santer dibicarakan akan terkena resafle kabinet pada pekan ini yakni Bahlil Lahadalia yang sekarang menjabat sebagai Menteri ESDM.
“ Dari apa yang disampaikan oleh DPP, secara eksplisit mereka (DPP Golkar ) sudah tau kalau kader Golkar di Kabinet akan terkena resfle,” ujarnya yang menyentil informasi jika Bahlil memang sudah masuk jatah resufle, bahkan dikabarkan BL lebih memilih menjadi Ketua Partai dari pada bertahan di Kabinet Merah Putih lalu kapasitasnya sebagai ketum Golkar dilepaskan.
“Diberi pilihan mau tetap jadi Menteri atau Ketua Umum, BL milihnya Ketum dan lepas dari Kabinet,” kata sumber dekritmaluku. Selasa,28 Januari 2026.
Sumber itu bahkan mensinyalir dukungan kepada Bahlil Lahadalia juga kian keropos di intetnal Partai Golkar, sehingga membuat posisi tawarnya makin lemah.
Ini dapat dibaca dari respon elit partai Golkar tentang wacana resufle kabinet yang datar dan tidak ada tekanan sama sekali.
“ Hampir tidak ada tekanan atau semacam tuntutan supaya BL tetap dipertahankan, perkembangan sekarang elit Golkar sudah nyatakan mendukung keputusan Presiden “tanpa syarat”,” nilainya.
Menurutnya, dengan hengkangnya Bahlil dari Kabinet maka indikasi Munaslub bukan sesuatu yang sulit dilakukan.
“ Kemungkinan Munaslub itu bisa saja, politik di Indonesia ini sangat dinamis, berubah bisa kapan saja,” pungkasnya.(*)

Saat ini belum ada komentar