Pemkab Maluku Tenggara Bekali Kader Posyandu Perkuat Program Gizi Berbasis Pangan Lokal
- calendar_month Rab, 17 Jun 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar

Bupati Maluku Tenggara Perkuat Peran Kader Posyandu melalui PMT Berbasis Pangan Lokal.
LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat upaya peningkatan gizi masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal. Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Pembekalan Tim Kader Posyandu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, di Ohoimel Resort, Ohoi Ohoililir, Provinsi Maluku, Rabu 17 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara diikuti 59 kader Posyandu dari sejumlah wilayah kerja puskesmas. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan balita.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher menegaskan pentingnya memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam membangun masyarakat yang sehat dan mandiri.
“Kita pernah berbeda. Beda Ohoi, beda latar, beda cara pandang. Tapi hari ini kita bersatu. Bersatu dalam satu cinta untuk Maluku Tenggara,” ujarnya.
Menurut Thaher, pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Ia menjelaskan berbagai bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, seperti ubi, keladi, ikan, dan sayur-sayuran, memiliki nilai gizi tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Pemenuhan gizi yang baik dapat dimulai dari bahan pangan yang tersedia di sekitar kita. Pangan lokal Maluku Tenggara adalah kekuatan yang harus terus dikembangkan demi masa depan anak-anak kita,” katanya.
Thaher juga menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini berperan aktif mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, keterlibatan kader dari berbagai wilayah, baik Kei Kecil maupun Kei Besar, menunjukkan kuatnya semangat pengabdian masyarakat dalam mendukung program kesehatan daerah.
Ia meminta Dinas Kesehatan bersama organisasi perangkat daerah terkait terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi kelompok rentan.
“Kita harus bekerja lebih kuat dan lebih maksimal. Tugas utama pemerintah adalah memastikan makanan bergizi dapat menjangkau masyarakat, terutama ibu hamil dan anak-anak sejak lahir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muchsin Rahayan, mengatakan pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kader Posyandu dalam menjalankan Program PMT berbasis pangan lokal guna memperkuat kemandirian pangan dan gizi keluarga.
Menurutnya, program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan balita melalui pemanfaatan keragaman pangan lokal yang tersedia di Maluku Tenggara.
Peserta kegiatan terdiri atas pengelola gizi tingkat kabupaten dan puskesmas, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Muchsin menjelaskan pembiayaan kegiatan bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2026 dan dilaksanakan secara efisien sesuai arahan pemerintah daerah.
Pelaksanaan pembekalan dipusatkan pada empat wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Wab, Ohoira, Debut, dan Danar. Dari total 59 peserta, sebanyak 10 kader berasal dari Puskesmas Debut, 15 kader dari Puskesmas Wab, 19 kader dari Puskesmas Ohoira, dan 15 kader dari Puskesmas Danar.
Selain menerima materi pembekalan, peserta juga mengikuti demonstrasi memasak menu PMT berbasis pangan lokal yang dipimpin langsung oleh Bupati Thaher Hanubun. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus percepatan penurunan stunting di Kabupaten Maluku Tenggara.(*)

Saat ini belum ada komentar